Headlines News :

Latest Post

Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Astaghfirullah.. ! Muslim Rohingya Dibunuh karena Tidak Pindah Agama

Written By Hassam on Sunday, July 29, 2012 | 9:52 AM

Salah seorang delegasi Myanmar mengatakan pada Jamaah Islamiyah bahwa para warga Muslim Rohingya di Myanmar dibantai karena mereka tidak mengubah keyakinannya. Jamaah Islamiyah (JI) sebelumnya pun mengecam keras peristiwa berdarah itu.


Pimpinan delegasi itu, Noor Husain Arakani bertemu dengan Jamaah Islamiyah di Mansoora pada Rabu kemarin dan menceritakan insiden pembantaian Rohingya. Arakani mengatakan bahwa warga Muslim di perbatasan Bangladesh menunggu bantuan tanpa adanya harapan karena Pemerintah Myanmar menutup pintu perbatasan itu.

Arakani juga menceritakan bagaimana warga Muslim Myanmar dipaksa untuk berpindah keyakinan dan mengalami penyiksaan. Mereka dipaksa untuk memakan daging babi dan minum minuman keras. Di beberapa tempat lainnya, mereka juga dibakar hidup-hidup dan tidak diperbolehkan menggunakan ponsel.

Sementara itu, Pemimpin Jamaah Islamiyah di Pakistan Sheikh Munawar Hasan menuntut komunitas internasional, khususnya para petinggi negara Muslim untuk menekan Pemerintah Myanmar dan menghentikan aksi pembantaian terhadap warga Muslim Rohingya. Pemerintah Myanmar juga diminta agar menjamin hak-hak warga Rohingya. Jamaah Islamiyah pun sudah membentuk badan amal khusus untuk Muslim Rohingya.

"Puluhan ribu warga Muslim Myanmar yang ada di perbatasan Myanmar dan Bangladesh membutuhkan bantuan kemanusiaan. Mereka disiksa oleh angkatan bersenjata. Namun komunitas internasional, media, dan badan-badan HAM hanya terdiam," ujar Munawar, seperti dikutip The News, Kamis (26/7/2012).

Bersamaan dengan itu, Sekretaris Jendral Liga Muslim Pakistan Muhammad Ali Saif mendesak seluruh negara Islam agar menolong warga Muslim di Myanmar dari kekejaman Angkatan Bersenjata Myanmar dan komunitas-komunitas. Sejauh ini, 500 desa yang dipenuhi warga Muslim di Myanmar juga dibakari.

Astaghfirullah kasihan sekali saudara saudara kita :'( Pray for Muslim in Myanmar

Suatu Hari di Bulan Ramadhan

Written By Hassam on Saturday, July 28, 2012 | 1:48 PM

oleh : ummu itqon
 
Suatu Hari di Bulan Ramadhan
Sehabis sahur segera kubenahi meja makan, dan alat-alat yang berserak di atas kompor.Kulihat masih ada sedikit sisa makanan yang ada. Sedikit sayur dan lauk. Satu hal yang paling tak kusukai adalah ketika melihat sisa-sisa makanan di meja.Tidak banyak memang, tapi terkadang ada bermacam-macam. Kalau kuhangatkan terkadang sayur-sayur itu sudah tak terasa enak lagi. Apalagi kalau puasa begini, rasanya lebih berselera kalau berbuka puasa dengan makanan yang masih hangat dan baru. Tapi kalau dibuang juga teramat sayang.

Sambil mencuci bekas piring-piring yang menumpuk ,dan masih kepikiran sisa-sisa makanan di meja, tiba-tiba pikiranku melayang ke masa kecilku.

Dulu hampir setiap hari ibu juga memiliki sisa makanan. Tapi seingatku beliau tidak pernah membuang makanan itu. Selalu beliau sisihkan makanan-makanan yang masih enak untuk dimakan. Dan pagi hari saat ada peminta-minta datang ,ibu mengundangnya masuk dan menawarkannya. Terkadang juga ditambah dengan lauk yang ibu masak hari itu. Dan aku ingat betul,meski dengan hanya berlauk ala kadarnya, subhanallah... raut muka mereka selalu cerah dan lahap menyantap “hidangaan” itu. Dan tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih.

Saat itu seringkali aku berpikir, mengapa hanya dengan makanan masakkan kemaren itu mereka begitu gembira, dan lahap sekali memakannya. Padahal kalau aku sendiri yang makan, susah sekali untuk menelannya. Jangankan makanan kemaren, sementara makanan yang masih hangat baru selesai dimasakpun susah untuk menggoda seleraku. Sampai terkadang ibu harus menasehatiku panjang-panjang,baru karena tak tahan mendengar “long story” ibu, aku jadi menyentuh makanan itu dengan malas-malas. Ah…jadi ingat betapa bandhelnya aku waktu itu.

Alhamdullillah kebandelan itu tak melekat lama setelah aku sering memperhatikan pelajaran hidup dari tetanggaku. Mereka orang-orang yang bagiku sangat tabah dan sabar menghadapi cobaan hidup ini. Tetanggaku itu berada tepat di timur agak ke belakang rumahku. Rumah yang boleh dibilang sangat sederhana, kalau tidak boleh dibilang ala kadarnya. Dengan ditempati 4 orang anggota keluarga. Seorang nenek buta, dengan anaknya perempuan yang buta pula, seorang anak laki-lakinya yang tuna rungu, dan seorang anak kecil setahun di bawah usiaku, anak dari anak yang lain si nenek, yang memang sejak kecil telah dipelihara oleh Mbah Ran. Begitu orang memanggilnya. Meski kondisi mereka seperti itu, tapi mereka dapat hidup wajar layaknya manusia normal.Mencari nafkah sendiri, menyiapkan makanan sendiri, dan semua layaknya pekerjaan manusia normal yang lainnya.

Dengan kondisi yang seperti itu tak pernah sekalipun aku mendengar mereka berkeluh kesah. Setiap hari Mbah Ran mencari rezeki dengan berdagang lonthong dan bubuk kopi. Anak perempuannya menerima panggilan pijat bagi ibu-ibu yang membutuhkannya. Dan Anak laki-lakinya menawarkan tenaganya sebagai kuli angkut di pasar.

Subhanallah, begitulah kehendak Allah meski dengan keadaan panca indra yang tak lengkap,namun mereka bisa hidup dan menghidupi diri dengan tetap menjaga harga diri mereka.Bahkan aku ingat ketika ibu menawari untuk membelikan obat saat Mbah Ran sakit, anak perempuannya langsung berkata, ”Saya butuh pekerjaan bu, kalau ibu menerima saya menyapu halaman, insha Allah Mbah Ran bisa membeli obat.” Dia tak menerima begitu saja pemberian ibu. Malahan meminta pekerjaan sebagai ganti uang obat buat Mbah Ran. Meski sebenarnya tak perlu orang lain menyapu halaman, karena jatah pekerjaan kakakku yang nomor dua, tapi karena mereka tak mau menerima begitu saja uang itu, akhirnya ibu mengizinkan setiap pagi Lek Jam (begitu aku memanggilnya) menyapu halaman.

Peristiwa yang sering juga kuingat,setiap kali ibu menyuruhku membeli lonthong di rumah mbah Ran, sambil menerima uangku, beliau akan dengan fasih mengucapkan syukur dan mendo’akan kemurahan rezeki bagi keluarga kami.
 
Alhamdullillah, Gusti Allah andum rezeki nduk. Mugo-mugo rezekinya ibu lan bapak ditambah-tambah, dadi mbah Ran kecipratan.” (Alhamdullillah Gusti Allah membagi rezeki.Semoga ibu dan bapak rezekinya bertambah-tambah, sehingga mbah Ran juga kebagian).

Kata-katanya sangat sederhana, tapi selalu membikin hatiku terenyuh. Dan begitulah setiap saat ada orang datang membeli lonthong atau kopinya, lisannya tulus mengucapkan syukur dan doa buat mereka. Subhanallah..

Mengingat itu tiba-tiba mataku berlinang. Betapa Allah menghadiahkan ucapan yang selalu indah bagi mereka yang sebenarnya mendapatkan ujian yang menurutku sangat berat. Ucapan syukur yang tulus, ucapan do’a yang ikhlas, yang seakan-akan mereka berada pada posisi yang sangat bahagia. Atau mereka memang orang-orang yang bahagia? Yang memang selalu merasa cukup atas apa yang Allah berikan pada mereka.Aku jadi ingat ucapan seorang ustad yang pernah aku dengar, kebahagiaan itu bila kita merasa ikhlas dan ridho dengan apa yang didapat dari Allah. Selama kita merasa cukup, maka akan selalu terasa bahagia. Tetapi bila kita tidak pernah merasa cukup dengan pemberian Allah, dengan apa yang ada pada kita, sebanyak apapun kekayaan atau keahlian kita, maka kita pasti tidak akan pernah merasa puas dan pasti tak akan pernah merasa bahagia.

Astagfirullah ya Allah, bagaimana dengan aku? Apakah aku masih terlalu sering mengeluh merasa kurang cukup juga atas pemberianmu?Ya Allah, betapa malunya aku. Kalau saja mereka yang berpenghidupan seperti mereka-mereka itu selalu cukup atas pemberianmu, kenapa aku tidak? Astagfirullah…

Kuringkas makanan yang ada di meja, kupanaskan sebentar dan kusimpan di kulkas. Insya Allah, nanti tinggal membuat sedikit tambahan buat buka puasa.

Surga Dan Neraka Ad-Dajjal

Surga Dan Neraka Ad-DajjalKetika fitnah Al-Masih Ad-Dajjal keluar ke tengah ummat manusia di Akhir Zaman  ia akan membawa surga dan nerakanya sendiri. Surganya adalah neraka sedangkan nerakanya adalah surga. Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم memberitahu kita agar selamat menghadapi neraka Ad-Dajjal,  maka seorang muslim mesti menghafal dan membaca sepuluh ayat pertama surah Al-Kahfi.


وَإِنَّ مِنْ فِتْنَتِهِ أَنَّ مَعَهُ جَنَّةً وَنَارًا فَنَارُهُ جَنَّةٌ وَجَنَّتُهُ نَارٌ
فَمَنْ ابْتُلِيَ بِنَارِهِ فَلْيَسْتَغِثْ بِاللَّهِ وَلْيَقْرَأْ فَوَاتِحَ الْكَهْفِ
“Di antara fitnah-fitnah (Ad-Dajjal) adalah, bahwa bersamanya ada surga dan neraka. Padahal sesungguhnya nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka. Barangsiapa mendapatkan cobaan dengan nerakanya, hendaklah ia berlindung kepada Allah dan hendaklah ia membaca ayat-ayat di awal surah Al Kahfi. (HR Ibnu Majah – Shahih)

 مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْف عُصِمَ مِنْ الدَّجَّالِ
Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: "Barangsiapa menghafal sepuluh ayat dari awal surat Al-Kahfi, maka ia akan terpelihara dari (kejahatan) Ad-Dajjal." (HR Muslim – Shahih)

Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم berpesan “Di antara fitnah-fitnah (Ad-Dajjal) adalah, bahwa bersamanya ada surga dan neraka. Padahal sesungguhnya nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka.” Berarti Ad-Dajjal sanggup membolak-balik realita. Apa yang sesungguhnya bakal mengantarkan seseorang menuju neraka malah terlihat seperti surga. Sedangkan apa-apa yang bisa mengantarkan seseorang ke surga malah dibuat seperti neraka. Apa yang benar dibuat terlihat salah. Apa yang salah dibuat menjadi seperti benar.

Jangankan sesudah Dajjal keluar ke tengah-tengah manusia, sedangkan saat sekarang saja dimana Dajjal belum keluar sudah banyak manusia yang berhasil tertipu melihat realitas. Benar-benar terasa bahwa dunia modern dikelola oleh para pendukung dan penyambut Dajjal. Mereka berusaha membangun opini umum yang terbalik-balik. Dunia modern telah membentuk diri menjadi sebuah Sistem Dajjal menanti dan menyambut keluarnya Dajjal untuk segera dinobatkan menjadi pemimpin globalnya. Inilah hakikat the New World Order (Tatanan Dunia Baru) alias Novus Ordo Seclorum. Ia merupakan sebuah Sistem Dajjal..!

Mereka berusaha memperlihatkan bagaimana para selebritis yang gemar bermaksiat menjadi figur-figur idaman yang dielu-elukan oleh masyarakat. Berbagai tayangan di televisi dan media lainnya berlomba menggosipkan kehidupan pribadi para artis dan selebritis sehingga mereka dikagumi. Padahal apa yang diberitakan tentang mereka pada hakikatnya adalah kehidupan yang sungguh tidak bernilai bahkan penuh kerusakan moral dan perilaku. Tidak ada nilai keteladanan yang bisa dibanggakan dari kehidupan para selebritis ahli maksiat itu. Kehidupan diwarnai gonta-ganti pacar. Kawin-cerai lalu kawin-cerai lagi. Berpakaian mengumbar aurat ke sana kemari. Keterlibatan mengkonsumsi narkoba. Kehidupan malam dunia gemerlap. Tetapi semua itu diopinikan sebagai kehidupan modern yang keren dan penuh kebahagiaan.

Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم bersabda:
يُوشِكُ أَنْ يَغْلِبَ عَلَى الدُّنْيَا لُكَعُ بْنُ لُكَعٍ
“Hampir saja orang hina putra orang hina mengalahkan dunia.” (HR Ahmad – Shahih)

Hadits di atas menerangkan bahwa sudah dekat waktunya dimana yang meraih kesuksesan di dunia adalah orang hina putra orang hina. Itulah mereka para selebritis dan para artis yang diopinikan oleh media-massa dunia modern sebagai orang-orang yang bergelimang dengan kesenangan dan kemewahan dunia.

Mereka berusaha menyebarluaskan nilai-nilai LG (lesbian dan gay) ke tengah masyarakat luas. Nilai-nilai sexual menyimpang tersebut digambarkan sebagai perkara biasa dan lumrah. Malah mereka membangun opini di tengah masyarakat luas bahwa menjadi lesbi atau gay adalah sebuah pilihan hidup yang sah-sah saja.  Alasan mereka adalah HAM (hak asasi manusia). Hendaknya setiap orang diberikan kebebasan untuk mencintai siapa saja dan jenis kelamin apa saja yang dia sukai. Jika seorang lelaki menyukai lawan jenisnya yaitu perempuan, maka seorang lelaki hendaknya diperbolehkan juga menyukai sesama lelaki dan bahkan menikahinya. Demikian pula seorang perempuan. Bila perempuan suka dengan dengan lawan jenisnya yaitu lelaki, maka hendaknya ia dimaklumi dan diberi kebebasan juga untuk menyukai sesama jenis kelamin perempuan bahkan menikahinya.

Padahal Islam memberikan ketentuan yang sangat tegas dalam persoalan ini. Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:
مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ
“Rasulullah  صلى الله عليه و سلم  bersabda: "Siapa yang kalian dapati sedang melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah; pelaku dan objeknya." (HR Abu Dawud – Shahih)

Mereka berusaha menggambarkan bahwa suatu transaksi yang melibatkan praktek riba adalah hal biasa. Bahkan itulah salah satu bentuk normal berjual-beli. Sehingga banyak orang memandang ringan menerima atau memberi bunga di dalam suatu transaksi. Padahal jelas-tegas Allah سبحانه و تعالى berfirman:
الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لا يَقُومُونَ إِلا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ
 مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS Al-Baqarah 275)

Mereka ingin menggambarkan bahwa mengikuti suara rakyat sama dengan mengikuti suara Tuhan. Padahal sudah jelas sangat berbeda antara tunduk dan mengakui kedaulatan rakyat dengan tunduk dan mengakui kedaulatan Allah سبحانه و تعالى ...! Bila tunduk dan mengakui kedaulatan rakyat maka berakibat harus siap mentaati hukum dan aturan produk manusia. Sedangkan tunduk dan mengakui kedaulatan Allah سبحانه و تعالى  berakibat hanya mau mentaati hukum dan aturan Allah سبحانه و تعالى semata dan menolak untuk mentaati hukum produk manusia. Sehingga Allah سبحانه و تعالى berfirman:
وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

“... dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah (yaitu hukum Allah), dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS Al-Maidah 49-50)

Semua contoh kasus di atas merupakan realitas yang dibolak-balik oleh para pengelola dan pendukung Tatanan Dunia Baru alias Sistem Dajjal.  Mereka kemudian berusaha meyakinkan bahwa inilah surga yang mereka tawarkan kepada manusia. Menjadi artis dan selebritis yang hidupnya bergelimang maksiat. Menjadi lesbi atau gay yang merdeka sepenuhnya untuk mencintai dan berhubungan sex dengan sesama jenis kelamin. Menikmati riba sebagai jalan pintas untuk sukses dalam bidang keuangan, bisnis dan ekonomi. Menjadi seorang penganjur bahkan pejuang demokrasi yang dengan ringannya mencampakkan keadilan hukum Allah سبحانه و تعالى seraya berkhayal akan hadirnya keadilan hukum (jahiliyah) produk manusia..!

Semua itu merupakan surga dunia yang mereka tawarkan kepada umat manusia. Surga dunia yang bila diikuti berarti memastikan diri bakal masuk ke dalam neraka akhirat..! Jika kita tinggalkan itu semua justeru berarti kita memilih surga akhirat walau terasa seolah memasuki neraka dunia. Hidup bebas maksiat, menikah secara normal, bebas riba dan hanya menjunjung tinggi kedaualatan Allah سبحانه و تعالى bukan selainnya, maka itu semua justeru memastikan seseorang sedang menempuh perjalanan menuju surga akhirat, yaitu surga Allah سبحانه و تعالى dan meninggalkan surga Dajjal dan Sistem Dajjal. Itulah jalan untuk memastikan bebasnya seseorang dari neraka Allah سبحانه و تعالى walau harus kehilangan peluang menikmati surga Dajjal, bahkan harus bersabar di dalam neraka Dajjal.

Pilihan ada pada setiap individu. Silahkan anda pilih, tidak ada paksaan di dalam beragama. Sungguh telah jelas jalan yang lurus dari jalan yang bengkok. Masing-masing orang harus berdiri sendiri-sendiri di hadapan Allah سبحانه و تعالى di Hari Pengadilan kelak mempertanggungjawabkan pilihan hidupnya sewaktu di dunia.

وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ
“Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Rabb-mu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.” (QS Al-Kahfi 29)

Bangsa Yang Menjadikan Agama Sebagai Alat Memperbudak Bangsa Lain

Bangsa Yang Menjadikan Agama Sebagai Alat Memperbudak Bangsa LainAllah berfirman : (QS. Ali-Imran : 79 - 80) 
 
"Sama sekali tidak benar seseorang manusia yang Allah beri kepadanya Al-Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia, "Jadilah kamu penyembahku, bukan penyembah-penyembah Allah". Akan tetapi (dia berkata), "Jadilah kamu ahli agama yang bertaqwa, kerena kamu selalu mengajarkan Al-Kitab dan selalu mempelajarinya".79) "Dan (sama sekali tidak benar baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para Nabi sebagai Tuhan. Apakah (patut) dia menyuruhmu berbuat kekefiran di waktu kamu sudah Islam". 80)
 
Ibnu Ishaq dll. meriwayatkan dari Ibnu Abbas, katanya, Abu Rafiq Al-Quradli ketika para pendeta Yahudi dan Nasrani dari Najran berkumpul di sisi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan Nabi mengajak mereka kepada Islam, ia berkata, "Wahai Muhammad, apakah engkau ingin kami menyembahmu, seperti orang-orang Nasrani menyembah Isa?" Lalu seorang lakilaki Nasrani dari Najran, berkata, "Atau seperti tuan inginkan ?" Lalu Rasulullah menjawab, "Aku berlindung kepada Allah dari kami menyembah selain Allah atau menyuruh manusia menyembah selain Dia. Tidak untuk itu Allah mengutusku dan tidak untuk itu aku diperintah". Kemudian Allah menurunkan ayat ini. 
 
Di dalam ayat ini Allah mencela kaum Yahudi yang menyalahgunakan rahmat Allah berupa pemberian agama sebagai alat untuk menyeru manusia agar menyembah dirinya. Perbuatan orang Yahudi yang mengajak manusia menyembah diri mereka sama halnya menjadikan agama sebagai alat memperbudak bangsa lain. Agama yang Allah berikan kepada bangsa Yahudi memerintahkan kepada mereka untuk mengajak manusia menyembah kepada Allah saja, mengajak mereka mengetahui hukum-hukum Allah. Jadi seharusnya bangsa Yahudi menjadi contoh bagi manusia lain dalam taat dan beribadah kepada Allah, dan menjadi guru yang mengajarkan Kitab Allah kepada manusia. Akan tetapi yang dilakukan oleh bangsa Yahudi justru sebaliknya. Mereka telah mengadakan suatu cara untuk berhubungan dengan Allah, yaitu dengan mengadakan perantara antara seseorang dengan Allah misalnya sebagai pembaca do'a. Dengan adanya lembaga perantara ini mereka telah melanggar ketentuan hukum melakukan penyembahan kepada Allah dengan cara yang sebersih-bersihnya. Tindakan lain yang mereka lakukan di dalam membentuk lembaga perantara ini yaitu mereka mengangkat para wali untuk menjadi penghubung manusia awam dengan Allah. 
 
Ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bangkit menghadapi kaum Yahudi memperingatkan kepada mereka agar mereka menyembah Allah secara langsung tanpa perantara apapun, Rasulullah menyuruh agar setiap orang tekun mempelajari Kitab Allah dan mengamalkannya, supaya menjadi ahli agama yang bertaqwa, yang diridhai Allah. 
 
Al-Qur'an pun menegaskan bahwa Nabi sama sekali tidak pernah menyuruh manusia menyembah dan bersujud kepada para Nabi ataupun para malaikat di samping menyuruh mereka mengesakan Allah dan mentaatinya. Jika benar, seorang Nabi berbuat begitu, maka perbuatan semacam itu menunjukkan pada kekafirannya, hilang kenabiannya dan ketiadaan iman. 
 
Bangsa Yahudi yang mengajarkan kepada manusia bahwa Uzair adalah putra Allah dan kemudian mengajak menyembah kepada Uzair pada hakekat nya adalah sama dengan mengajak manusia menyembah kemuliaan bangsa Yahudi di tengah ummat manusia lainnya. Dengan keyakinan bahwa di tengah bangsa Yahudi lahir seorang putra Tuhan, maka diharapkan manusia yang lain memperlakukan bangsa Yahudi secara istimewa. Dan ini berarti melalui agama bangsa Yahudi memperbudak bangsa lain. Karena dengan melalui jalur agama ini bangsa Yahudi dapat menetapkan hukum dengan kehendaknya sendiri untuk diberlakukan kepada bangsa-bangsa lain dengan tujuan mengajak mereka untuk tunduk pada kemauan bangsa Yahudi.

Jangan Mengemis, Perjuangkan Nasibmu !


Jangan Mengemis, Perjuangkan Nasibmu !Jadilah Umar yang lagi sederhana
Turunlah kau dari untamu

Jalankan tugas yang kau sandang dengan sebaiknya
Masihkah kau menengok mendamba jabatan
seperti seorang bocah yang berkuda kudaan dipunggung perempuan

Sebagai sajak manusia sempurna
Akan hina dinalah dirimu jika menerima upeti serta hadiah
Sebab selalu memohon dan meminta
dirimu semakin melata merana
Mengemis membuat seseorang tambah hina
akan hancur pribadimu
Maka redup cahaya bukit Sinai pribadimu

Jangan kau tiup debu ditelapak tanganmu
Seperti bulan, tengoklah makanan dari pinggangmu sendiri
Meskipun kau dalam kemiskinan perut penderitaan

Tolak segala pemberian orang lain
Jangan kau cari ombak laut pada bola matahari
Agar kelak kau tak dipermalukan dihadapan Nabi

Di padang Masyar setiap nisan ditumbuhi rasa takut dan cemas
Dari matahari bulan menerima makanannya
Dan dimilikinya tanda pemberian sang Surya itu

Panjatkan doa kepada Allah agar kau BERANI !
Perjuangkan nasibmu !
Jangan kau nodai keagungan Islam !

Detik-Detik yang Sangat Berharga

Seorang menteri di Baghdad telah berlaku lalim terhadap kekayaan seorang wanita tua. Hartanya dirampas dan semua hak wanita itu dirampok. Tapi si wanita itu dengan berani mengadukan kelaliman itu kepada menteri dimaksud sambil menangis dan memprotes kekejamannya. Sang menteri sama sekali bergeming dan tak menyadari kekejamannya terhadap si wanita.

 Detik-Detik yang Sangat BerhargaWanita itu kemudian mengancam, "Jika engkau tidak menyadarinya juga, aku akan memohon kepada Allah agar engkau celaka." Menteri itu malah tertawa terkekeh-kekeh dan mengejek wanita itu seraya berkata dengan angkuh, "Berdoalah di sepertiga akhir malam." Wanita itupun pergi meninggalkannya.

Setiap hari, pada sepertiga malam terakhir, ia selalu berdoa. Tak berapa lama kemudian, menteri itu dimakzulkan, dan seluruh hartanya disita. Ia diikat di tengah pasar dan dicambuk sebagai hukuman ta'zir atas kejahatannya kepada rakyat. Pada saat itu si wanita tua lewat, dan melihat siapa yang diikat. Katanya, "Engkau benar. Engkau telah menganjurkan kepadaku untuk berdoa di sepertiga malam terakhir, dan terbukti sepertiga terakhir malam itu memang waktu paling baik."

***
Sepertiga malam itu sangat mahal dalam kehidupan kita, sangat berharga. Sebab itulah Rabb Yang maha Mulia berfirman. "Adakah seseorang yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku berikan apa yang dia minta, adakah orang yang meminta ampun kepada-Ku sehingga aku ampuni dia, dan adakah orang yang berdoa kepada-Ku lalu Aku kabulkan doanya."

Sedari remaja, dan dari sekian banyak cerita yang pernah saya dengar, ada sebuah peristiwa yang sangat membekas dalam hidupku yang tidak mungkin saya lupakan. Yang saya rasakan saat itu adalah bahwa tak ada yang lebih dekat daripada Dzat Yang Maha Dekat, yang memiliki jalan keluar, pertolongan, dan kebaikan.

Ceritanya begini, waktu itu saya bersama sejumlah pumpang lainnya terbang dari Abha menuju Riyadh, bertepatan dengan pecahnya Krisis Teluk. Di dalam pesawat yang sedang terbang itu, dikabarkan kepada seluruh penumpang bahwa pesawat akan kembali ke bandara Abha karena ada kerusakan. Kamipun kembali ke Abha, dan kru memperbaiki pesawat.

Setelah kerusakan diperbaiki, kami terbang lagi. Namun ketika kami sudah mendekati Riyadh, roda pesawat tak mau turun. Selama satu jam, pesawat hanya berputar-putar di atas kota Riyadh. Pilot telah berusaha melakukan pendaratan sebanyak sepuluh kali namun setiap kali sudah dekat ke landasan dan berusaha mendarat selalu gagal, dan pesawatpun terbang lagi. Saat itu kami panik, dan banyak diantara kami yang sudah pasrah.

Para penumpang wanita menangis. Saya lihat air mata mengalir deras di pipi. Kini kami berada di antara langit dan bumi menunggu kematian yang bisa lebih cepat dari kerdipan mata. Teringat olehku segalanya, namun tak ada yang lebih baik dari amal shaleh. Hati saya segera tertuju kepada Allah dan alam akhirat. Dan, dunia menjadi sangat tidak berharga. Saat itu, yang selalu keluar dari bibir kami adalah, Laa Ilaaha ilallallaah wahduhu laa syariikalah lahul mulk wa lahul hamd wa huwa'alaa kulli syai'in qadiir (Tidak ada Ilah selain Allah, satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya, kepunyaan-Nya semuau kerajaan dan pujian, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).

Kalimat ini meluncur dengan jujur dari bibir kami. Seorang Syaikh yang sudah berumur berdiri dan berseru kepada seluruh penumpang untuk meminta perlindungan kepada Allah, berdo'a kepada-Nya, memohon ampunan-Nya, dan bertobat atas segala kesalahannya.

Allah sendiri telah menjelaskan tentang sifat manusia, Maka tatkala mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya (QS Al-'Ankabut: 65)

Kamipun berdoa kepada Dzat Yang Mengabulkan doa orang yang dalam keadaan terjepit, seperti yang dilakukan oleh orang yang terjepit. Kami betul-betul khusyu' dalam doa kami. Tak berapa lama, pada usaha yang kesebelas dan keduabelas kami bisa mendarat dengan selamat. Ketika turun dari pesawat kami seperti baru saja keluar dari kuburan. Jiwa kami kembali seperti sedia kala, air mata sudah mengering, dan senyuman kembali mengembang. Sungguh agung kebaikan Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi itu.

Berapa banyak kita memohon kepada Allah saat bahaya menimpa, tatkala bencana itu hilang kita melupakan-Nya.

Di lautan kita berdoa kepada-Nya agar kapal kita selamat, namun ketika sudah kembali ke darat kita durhaka kepada-Nya.

Kita menaiki angkasa dengan aman dan santai, tidak jatuh karena Yang menjaga adalah Allah.

Semua ini adalah kebaikan dan bantuan Yang Maha Pencipta.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. News today - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger